Kamis, 05 April 2018

DIAGRAM TEKANAN UAP


DIAGRAM TEKANAN UAP


A     Komposisi Uap
Larutan ideal merupapkan larutan yang mematuhi hukum roult. Sedangkan diagram teakna uap menunjukkan tekanan uap larutan ideal dimana tekanan uap komponen-komponennya berhubungan komposisinya bahwa dalam larutan ideal yang berada dalam keadaan seimbang antara uap dan larutannya, maka perbandingan antara tekanan uap salah satu komponennya (misal A)  sebanding dengan fraksi mol komponenyang menguap dalam larutan pada suhu yang sama. Misalkan suatu larutan yang terdiri dari kmponen A dan B yang menguap, maka tekanan uap A() dinyatakan sebagai

                                                                                           
dengan  menyatakan tekanna uap A murni dan  menyatakan tekanan uap B murni. Oleh karena itu, tekanan uap campuran total p adalah


Seandainya kita memiliki sebuah campuran ideal ari dua larutan yang berbeda missal A dan B, maka kedua larutan tersebut akan memberikan bagian atau sumbangan masing-masing pada tekanan uap keseluhuran pada campuran.




Hrafik diatas menunjukkan bahwa tekanan uap -parsial dari suatu larutan berbanding lurus dengan fraksi mol-nya. Semakin tinggi fraksi mol dari suatu larutan maka semakin tinggi pula tekanan uap parsialnya.



Sedangkan pada grafik diatas menunjukkan bahwa fraksi mol B mengecil dengan semakin meningkatnya fraksi mol A. Sehingga untuk grafik  B menurun dengan garis kiri ke kanan. Berdasarkan fraksi mol B yang seamkin menurun sejalan naiknya fraksi mol A maka tekanan uap parsial B juga menurun.
Terlihat bahwa tekanan uap larutan B lebih tinggi dari larutan A murni. Hal ini menunjukkan molekul-molekul B lebih mudah menguap karena molekul B lebih mudah melepasakan diri daripada molekul A. 
Sedangkan pada garis biru diatas menunjukkan tekanan uap total dari campuran yang diperoleh dengan menjumlahkan tekan parsial A dan B pada tiap mkomposisi.

Tekanan parsial dan tekanan total dapat dinyatakan dalam fraksi mol cairan menggunakan persamaan  1, yang menghasilkan .

   
                                                       
Jika A adalah komponen yang lebih atsiri maka fraksi mol dalam uap adalah yA lebih besar daripada fraksi mol dalam cairan XA . Persamaan 2 memperlihatkan kebergantungan tekanan uap total terhadap kompossi cairan dari persamaan 1 yang dapat menghubungan tekanan uap dengan komposisi uap itu sendiri dengan menggunaan huum Dalton, hasilnya 
.
                                                                                                  
B.     Aturan Tuas

jumlah relative dari uap dapat diukur dengan jarak l dan l' sepanjang garis hubung mendatar (tie line) dan kemudian menggunakan aturan tuas :
n' l'=nl                                                                                                                               (4)
Dengan n sebagai jumlah cairan dan n'sebagai jumlah uap. Dalam kasus ini, karena l'=2/3 l, maka jumlah cairan sekitar 2/3 jumlah uap. Untuk membuktikan aturan tuas, maka dituliskan n''=n+n' dan jumlah keseluruhan . Jumlah keseluruhan A juga adalah jumlahnya dalam kedua fase:


jugena


dengan menyamakan kedua persamaan tersebut, dihasilkan ,

atau

n' l'=nl

seperti yang dibuktikan.
Untuk melihat lebih rinci penggunaan aturan ini, bayangkan apa yang terjadi jika campuran dengan Komposisi,dikenai penurunan tekanan. Seluruh sampel tetap cairan sampai tekanan berkurang menjadi, ketika cairan dan uap ada bersama-sama. Padacairan mempunyai komposisidan uap mempunyai komposisi. Karena l'/l hampr tak terhingga untuk garis hubung ini maka hanya sedikit sekali uap yang ada. Jika tekanan berkurang sampai, komposis cairan adalah dan komposisi uap, tetapi komposisi keseluruhan masih a. Jumlah relatif cairan dan uap dinyatakan dengan nilai l'/l  yang diukur sepanjang garis hubung pada p3. Artinya jumlah cairan sekitar  2/3  jumlah A, yaitu komponen yang lebih atsiri daripada cairannya (yang komposisinya a_3 ). Jika tekanan berkurang sampai p4, hampir seluruh sampel berbentuk gas: komposisi uap adalahdan sedikit cairan yang ada (sedikit, karena l'/l≈0). Mempunyai komposisidan sangat banyak mengandung B. Maka untuk menghilangkan sedikit sekali cairan, hanya diperlukan pengurangan tekanan yang sangat kecil. Mulai saat ini, seluruh sampel berbentuk gas dan komposisi a.

DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W. 1990. Kimia Fisika: Jilid 1 Edisi keempat. Jakarta: Erlangga.
Widjajanti, Endang. 2008. Kesetimbangan Fasa. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. 

Nama : Hannan Adi Widodo
Nim    : 16630063