Minggu, 12 Maret 2023

Pabrik kimia di Indonesia yang menerapkan prinsip kimia hijau

PT. Petrokimia Gresik

Kimia hijau atau green chemistry juga mulai diterapkan di Indonesia, terutama dalam industri kimia. Beberapa perusahaan kimia di Indonesia telah mulai menerapkan prinsip green chemistry dalam proses produksi mereka, seperti PT Petrokimia Gresik, PT Chandra Asri Petrochemical, dan PT Pupuk Kaltim.


PT Petrokimia Gresik, sebagai salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia, telah menerapkan beberapa strategi green chemistry, seperti penggunaan katalis ramah lingkungan dalam proses produksi amoniak, pengembangan teknologi pemurnian air limbah, dan penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, PT Chandra Asri Petrochemical telah menerapkan teknologi pengolahan gas alam menjadi etilena dan propilena yang lebih efisien dan ramah lingkungan. PT Pupuk Kaltim juga telah mengembangkan produk pupuk organik dari bahan baku limbah organik, sehingga mengurangi penggunaan bahan kimia sintetik yang berbahaya bagi lingkungan.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah meluncurkan program green chemistry untuk mendorong pengembangan industri kimia yang ramah lingkungan. Program ini mencakup pengembangan bahan baku terbarukan, penggunaan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dan pengurangan limbah kimia.

Namun, masih banyak tantangan yang perlu diatasi dalam menerapkan green chemistry di Indonesia, seperti kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dalam green chemistry, minimnya dukungan kebijakan dari pemerintah, dan tingginya biaya investasi untuk mengubah proses produksi yang sudah ada. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, industri, dan akademisi untuk mendorong pengembangan green chemistry di Indonesia secara lebih efektif.